3 Pilar Kebahagiaan Menurut Sains: Hubungan, Makna Hidup, dan Pekerjaan

JEJAKFORENSIK.COM – Apa yang sebenarnya membuat seseorang bahagia? Apakah uang, kesuksesan dalam karier, hubungan yang harmonis, atau perasaan bahwa hidup memiliki tujuan? Kebahagiaan sering kali dianggap sebagai hasil dari pencapaian besar. Padahal, sejumlah kajian menunjukkan bahwa kehidupan yang bahagia juga dibangun melalui hubungan yang baik, makna hidup, dan aktivitas sehari-hari yang memberikan manfaat.

Dalam artikel yang diterbitkan Psychology Today, terdapat tiga pilar utama yang dapat membantu seseorang meningkatkan kebahagiaan, yaitu hubungan yang baik, kehidupan yang bermakna, dan pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Ketiganya bukan jaminan bahwa seseorang akan selalu merasa bahagia. Namun, memberikan perhatian pada aspek-aspek tersebut dapat membantu membangun kehidupan yang lebih memuaskan dan bermakna.

1. Hubungan yang Baik Menjadi Fondasi Kebahagiaan

Hubungan dengan orang lain merupakan salah satu faktor penting dalam kebahagiaan. Keluarga, teman, pasangan, dan rekan kerja dapat memberikan dukungan emosional, rasa memiliki, serta kesempatan untuk berbagi pengalaman.

Pentingnya hubungan sosial juga tercermin dalam Harvard Study of Adult Development, salah satu penelitian jangka panjang mengenai perkembangan manusia, kesehatan, dan kesejahteraan. Robert Waldinger (2023) menyoroti bahwa hubungan yang baik memiliki pengaruh kuat dan konsisten terhadap kesehatan dan kebahagiaan, bahkan ketika dibandingkan dengan sejumlah faktor lain seperti pola makan, olahraga, dan pendapatan.

Hubungan yang bermakna juga tetap penting ketika seseorang menghadapi usia lanjut, penyakit, atau situasi sulit. Dalam pembahasan mengenai perawatan paliatif, Beng (2022) menekankan peran koneksi sosial bagi kebahagiaan pada penghujung kehidupan.

Temuan dan pandangan tersebut mengingatkan kita bahwa kualitas hubungan sering kali lebih berarti daripada banyaknya orang yang dikenal. Memiliki seseorang yang bersedia mendengarkan, memberikan dukungan, atau sekadar menemani ketika keadaan sulit dapat memberikan rasa aman dan kedekatan emosional.

Lalu, bagaimana cara memperkuat hubungan?

Mulailah dengan mengenali orang-orang yang benar-benar berarti dalam kehidupan. Perhatikan apakah kita sudah meluangkan waktu untuk mereka, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, dan menunjukkan perhatian tanpa harus menunggu diminta.

Hubungan yang sehat membutuhkan usaha dari waktu ke waktu. Menghubungi teman lama, makan bersama keluarga, atau menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita pasangan merupakan tindakan sederhana yang dapat mempererat kedekatan.

Daripada menunggu orang lain mengambil inisiatif, jadikan pemeliharaan hubungan sebagai tanggung jawab bersama yang dimulai dari diri sendiri.

2. Uang Penting, tetapi Bukan Satu-satunya Sumber Kebahagiaan

Uang memiliki peran nyata dalam kehidupan. Kemampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari dapat mengurangi tekanan serta membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih aman.

Namun, setelah kebutuhan hidup dan tingkat kenyamanan tertentu terpenuhi, memiliki lebih banyak uang tidak otomatis membuat seseorang semakin bahagia. Kebahagiaan juga dipengaruhi oleh bagaimana uang digunakan dan pengalaman apa yang dibangun melalui sumber daya tersebut.

Ada tiga cara menggunakan uang yang berpotensi memberikan kepuasan lebih besar.

Pertama, gunakan uang untuk membantu orang lain. Memberikan dukungan kepada keluarga, membantu seseorang yang membutuhkan, atau melakukan kegiatan sosial dapat menciptakan pengalaman yang bermakna.

Kedua, prioritaskan pengalaman dibandingkan sekadar mengumpulkan barang. Liburan bersama keluarga, mengunjungi tempat baru, atau menikmati kegiatan bersama orang terdekat dapat menghasilkan kenangan yang bertahan lama. Dalam situasi tertentu, pengalaman semacam ini mungkin lebih berarti daripada membeli barang baru.

Ketiga, gunakan uang untuk membeli waktu. Jika memungkinkan, membayar orang lain untuk mengerjakan tugas yang tidak disukai dapat memberi lebih banyak waktu untuk kegiatan yang dianggap penting.

Misalnya, seseorang yang menghabiskan banyak waktu mengurus pekerjaan rumah dapat mempertimbangkan bantuan untuk sebagian tugas tersebut. Waktu yang tersisa bisa digunakan untuk beristirahat, berolahraga, atau berkumpul bersama keluarga.

Dengan demikian, uang bukan sekadar alat untuk membeli barang. Penggunaannya dapat diarahkan untuk memperkuat hubungan, menciptakan pengalaman, dan memberi ruang bagi kegiatan yang lebih bermakna.

3. Makna Hidup Membuat Kehidupan Terasa Lebih Berarti

Pilar kedua yang penting bagi kebahagiaan adalah makna hidup. Seseorang mungkin memiliki pekerjaan yang baik, penghasilan memadai, dan kehidupan sosial yang ramai, tetapi tetap merasa kosong jika tidak memahami alasan di balik aktivitas yang dijalaninya.

Sebaliknya, memiliki tujuan dan merasa bahwa kehidupan memberikan kontribusi dapat membantu seseorang melihat tantangan dari perspektif yang lebih luas.

Routledge (2021) mengemukakan bahwa orang yang memandang kehidupannya bermakna cenderung memiliki kondisi yang lebih baik dalam aspek kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan dibandingkan mereka yang merasa hidupnya kurang bermakna.

Menurut Arthur Brooks dari Harvard (2026), makna hidup dapat dipahami melalui tiga unsur, yaitu koherensi, tujuan, dan signifikansi.

Koherensi berkaitan dengan bagaimana berbagai pengalaman dan bagian kehidupan saling terhubung. Seseorang dapat bertanya, bagaimana pengalaman masa lalu, hubungan, pekerjaan, dan nilai-nilai pribadi membentuk jati dirinya?

Tujuan merujuk pada arah yang ingin dicapai dan hal-hal yang mendorong seseorang untuk terus melangkah. Pertanyaan yang dapat diajukan antara lain: Apa yang ingin saya capai? Apa yang membuat saya bersemangat menjalani hari?

Signifikansi berkaitan dengan perasaan bahwa keberadaan seseorang memiliki arti, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Misalnya, apakah pekerjaan yang dilakukan memberi manfaat? Apakah kehadiran kita membawa perubahan positif bagi orang-orang di sekitar?

Untuk mengeksplorasi ketiga unsur tersebut, seseorang dapat menuliskan pemikiran dan pengalaman hidupnya. Pendekatan terstruktur untuk merefleksikan makna hidup juga dibahas oleh Schippers (2019).

Selain itu, sebagian orang menemukan makna melalui keyakinan agama, sedangkan yang lain terbantu dengan mempelajari filsafat, menjalankan meditasi, atau mempraktikkan mindfulness.

Tidak ada satu cara yang berlaku bagi semua orang. Hal terpenting adalah menemukan nilai dan tujuan yang terasa autentik serta membantu kehidupan sehari-hari menjadi lebih terarah.

4. Pekerjaan yang Dilakukan dengan Baik dan Bermanfaat

Pilar ketiga kebahagiaan adalah pekerjaan. Dalam konteks ini, pekerjaan tidak terbatas pada profesi atau aktivitas yang menghasilkan uang. Bagi pelajar, kegiatan belajar dapat dipandang sebagai pekerjaan utama yang membutuhkan usaha dan tanggung jawab.

Ada dua unsur yang dapat membuat pekerjaan lebih bermakna: keberhasilan yang diperoleh melalui usaha sendiri dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Bayangkan dua siswa yang memperoleh nilai sama dalam ujian. Siswa pertama belajar dengan tekun, sedangkan siswa kedua menyontek. Walaupun hasil akhirnya sama, pengalaman keberhasilan mereka berbeda. Siswa pertama mengetahui bahwa pencapaiannya merupakan hasil usaha dan kemampuannya sendiri.

Perasaan bahwa keberhasilan diperoleh melalui usaha yang jujur dapat memberikan kepuasan tersendiri. Proses belajar, menghadapi kesulitan, dan memperbaiki kemampuan menjadi bagian penting dari pencapaian tersebut.

Selain itu, pekerjaan dapat terasa lebih bermakna ketika seseorang memahami manfaatnya bagi orang lain.

Seorang perawat, misalnya, dapat melihat langsung bagaimana pekerjaannya membantu pasien. Namun, kontribusi tidak hanya dimiliki profesi yang berkaitan langsung dengan pelayanan manusia.

Seorang tukang batu yang bekerja dengan teliti turut membantu menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, dan nyaman digunakan. Demikian pula, berbagai profesi lain dapat memberikan manfaat melalui kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

Karena itu, cobalah mengajukan pertanyaan sederhana: bagaimana pekerjaan saya membantu orang lain? Jawabannya dapat membantu kita melihat bahwa pekerjaan sehari-hari memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar menyelesaikan tugas atau menerima penghasilan.

Menumbuhkan Kebahagiaan melalui Tiga Pilar Kehidupan

Kebahagiaan bukan keadaan yang dapat dipertahankan setiap saat. Setiap orang akan mengalami tekanan, kekecewaan, kehilangan, atau masa ketika kehidupan terasa berat.

Namun, kita dapat membangun fondasi yang mendukung kesejahteraan dengan merawat hubungan, menemukan makna hidup, dan menjalankan pekerjaan secara bertanggung jawab.

Ketiganya saling melengkapi. Hubungan yang baik memberikan kedekatan dan dukungan. Makna hidup membantu seseorang memahami arah perjalanan hidupnya. Sementara itu, pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan bermanfaat memberi kesempatan untuk berkembang serta berkontribusi.

Dari ketiga pilar tersebut, hubungan yang baik mendapat penekanan khusus dalam pembahasan sumber karena pengaruhnya yang kuat dan konsisten terhadap kesehatan serta kebahagiaan.

Pada akhirnya, hidup bahagia tidak selalu berarti memiliki segalanya. Kebahagiaan juga dapat tumbuh dari kehadiran orang-orang yang berarti, keyakinan bahwa hidup memiliki tujuan, dan kesadaran bahwa apa yang kita lakukan memberikan manfaat.

Sumber: The 3 Pillars of Happiness According to Science, Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-mind-doctor/202610/the-3-pillars-of-happiness-according-to-science

Hilman Hilmansyah/freepik.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Komunitas Jejak Forensik

Pintu Masuk Dunia Psikologi Forensik Ada di Grup WA Ini. Siap Gabung?
Latest News
Categories

Jangan Diam !

Jika kamu mengalami atau melihat kasus yang berkaitan dengan kekerasan, pelecehan, perundungan, atau masalah psikologis lainnya—jangan simpan sendiri.